Wednesday, June 30, 2010

Rapat In My Harmony (Oleh Edhi Hidayat Part 5)

Kegilaan bersama dikelas 8-3

     Saat terindah dikelas ini, ialah saat dimana kita bermain dan tertawa bersama

     Satu hal yang tidak bisa lepas dari kami ialah sifat kami yang gila, autis, dan saparatis dan juga kami rasa, kami ini ialah kelas yang menjadi percontohan diantara kelas lain kami membuat pyramid, kelas lain mengikuti kami upacara memakai alat musik, kelas lain mengikuti hufft.. memang yah, yang lain Cuma bisa nyontek
     Dan paling gawat ialah ketika GURU TIDAK MASUK MENGAJAR (yeee) itu karena ketika guru tidak masuk, maka pastilah kelas menjadi milik kami, kami bebas berbuat apa saja didalam kelas teman saya ada yang berPUTU-PUTU NARSIS, bercengkrama, bermain hp, berinternet ria, bermain bola, menyanyi, duduk-duduk baca buku (re : Jaim), tapi kalau saya, saya lebih memilih duduk di lantai, sambil main hp buka internet, menyanyi bersama, dan mendengar alunan gitar, dan yang paling enak, kami duduk dilantai secara BERSAMA-SAMA, sehingga kami serasa sedang ada dirumah sendiri, kami serasa berada di acara adat, kami duduk dilantai bersama, dan tertawa bersama dan jika ada teman saya yang bernama DIDIL, maka kami berdua akan bekerja sama mencari HandPhone UPIK, dan setelah berhasil menemukan target utama, maka saya dan didil akan segera mengambil pose putu-putu narsis yang paling HOT dan kemungkinan juga bukan gaya paling hot kami yang keluar, melainkan gaya paling jijik dan meNAJISkan kami
     Dan yang paling saya sukai ialah ketika, KAMI SALING DORONG MENDORONG DIPOJOK KELAS (re : pakarasu-rasu) disaat itu, kami merasa dunia ini milik kami, kami sudah tidak mengingat tuhan kenapa kami tidak mengingat tuhan? Itu karena saat kami mulai beraksi, biasanya kami mendapat UPSSS!!!!!! Dan kami secara sadar dan tidak sadar melakukan itu dan menurut mama dan aa’, itu termasuk perbuatan zina ringan namun tetap mendapat dosa dari tuhan yang maha kuasa dan mungkin atas dasar inilah ibu guru hapsah pernah memukul saya di tangga saat saya turun bersama sarah, saya memegang erat sarah, dan ibu hapsah melihat dan langsung saja ibu hapsah memukul tangan saya saat itu saya berpikir, kenapa bu hapsah memukul saya? Dan jawaban yang ada dibenak saya ada dua, pertama ialah bu hapsah melihat saya melakukan dosa karena memegang bukan muhrim saya, atau karena BU HAPSAH MAU SAYA PEGANG JUGA.. uppsss..
     Masih teringat dibenak saya, ketika 2 hari setelah kepergian rida ke papua untuk BERTAMBANG (re : bersekolah) rida meninggalkan stelan lengkap baju bodo-nya yang dipinjam oleh MEM ENI,,, bukannya kami memberikan baju itu ke mem eni, justru kami memakai baju itu untuk berdemo di lantai3, aku masih mengingat saat itu kami menuntut agar kami diliburkan selama 3 bulan penuh [what?] dan yang paling hebohnya lagi, ialah ketika saya turun ke lantai1, saya lewat didepan ruang guru, saya masih mendengar teriakan massa yang mengamuk dan menggila di lantai3
     Namun  kegilaan kami itu sedikit terusik oleh kedatangan RUSLAN LALE, karena sejak kedatangan ruslan, dia selalu memata-matai segala kegiatan kami dan itu terbukti ketika kami membuat pyramid, ruslan datang ketika kami sudah pulang dan dia memotret pyramid itu dan melaporkan kepada kepala sekolah, memangnya ruslan itu sudah merasa seperti REPORTER SENIOR majalah BBC? Eitss,,, tapi tunggu dulu ! sepertinya ada sedikit kesalahan pada foto eksulif ruslan itu seingat saya, saya sebagai saksi dan pelaku dari pembuatan pyramid itu, saya masih ingat saat itu saya dan Patrick hanya mendirikan pyramid hingga ketinggian 3 tingkat tapi mengapa di foto syur ruslan itu, dia memotret hingga 5 tingkat? Ada apa disini??? Apakah ruslan juga ikut ambil andil dalam kejadian ini? Apakah ketika ingin memotret, ruslan sempat menaikkan jumlah tingkat pyramid itu, dan setelah memotretnya dia menurunkann kembali? Disini saya mempunyai beberapa teori tentang kejadian ini semuanya akan saya jelaskan secara terperinci disini
     Teori pertama, ialah teori : ANGLE OF PHOTO, penjelasannya ialah, ketika mengambil gambar itu, ruslan mencari angle gambar yang paling pas untuk membuat foto itu seolah-olah obyek difoto itu terlihat tinggi namun teori ini sepertinya kurang menjanjikan, karena di dalam bukti, ada 5 tingkatan, sedangkan jika hanya bermain-main di angle photo, maka semestinya hanya ada 3 tingkat namun terlihat tinggi, tapi pada kenyataannya, di foto itu ada 5 buah meja yang disusun tokoh yang menganut teori ini ialah ZUHAL DWI SAPUTRA, ALINAFIA TOHA, dan MUTIA DWITASARI
     Teori kedua ialah, teori : ILLUMINATION OF PHOTOSHOP EDITING penjelasan dari teori ini ialah, ketika ruslan mengambil gambar, dia lalu mengirim gambar otentik itu ke laptopnya, dan di laptopnya itu ruslan mengedit gambar itu, sehingga ruslan menambahkan h=jumlah bangku, ruslan mengedit dari 3 bangku menjadi 5 bangku teori ini sempat menjadi popular, namun teori ini diruntuhkan oleh teori lain yang lebih kuat penganut teori ini ialah IRMA KAMARUDDIN, NUR ALIFAH, dan POM-POM MAHA BERAT
     Teori ketiga ini ialah, teori : BUILDING IN TO BUILDING OUT penjelasan dari teori ini ialah, sesaat setelah kami pulang dari sekolah, ruslan naik kelantai3, dan niatnya bukan untuk memotret namun melihat ada peluang baginya untuk semakin mendekatkan diri pada kepala sekolah, maka ruslan segera memutar balikan fakta dia melebih-lebihkan permasalahan, maka sebelum memotret, ruslan ikut serta membangun menara pyramid itu, dia menambahkan hanya 2 bangku lagi kami mengerti kenapa hanya 2 bangku, itu karena ruslan pendek dan setelah menambahkan 2 tingkat sehingga kini menjadi 5 tingkat, dia langsung memotretnya, dan mengembalikan kembali sesuai keadaan semula dan setelah dia mengembalikannya, dia segera berlari ke lantai1, dan mencari kepala sekolah setelah menemukan target utama, dia langsung mengadukan hal itu kepada kepala sekolah teori ini ialah teori yang paling kuat tokoh yang menganut teori ini ialah EDHI HIDAYAT, PATRICK KLUIVERT, FADHILAH AWALIAH, ALFIAN FAHMI SETIWAN JAMES, dan ASTARI SAVITRI
     Dan kami berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada ruslan kami berterima kasih karena ruslan telah membuat kami BERADA DALAM PENGAWASAN KETAT MEM SALMA DAN KEPALA SEKOLAH sehingga, kami selalu diberi “ultimatum” dari mem, agar kami menjaga sikap kami agar kami tidak tinggal kelas
     Dan, ada lagi sebuah ultimatum dari mem, mem mengatakan bahwa dikelas kami ini, ada 3 orang yang menjadi agen mata-mata mem, dan orang ini sangat dirahasiakan keberadaannya namun saya mencurigai bahwa orang yang menjadi mata-mata mem salma ialah TUKANG yang membangun lantai3 digedung baru saya berpendapat demikian, bukan tanpa alasan alasannya ialah, mem pernah mengatakan bahwa orang yang ia pilih sebagai mata-mata ialah orang yang tidak pernah kami duga-duga, dan orang ini berjumlah 3 orang, dan orang ini juga selalu mengawasi kami dan dari ketiga cirri-ciri itu, semuanya da pada tukang itu mereka selalu mengawasi kami dari kejauhan, mereka bertiga saling kenal, dan kami tidak pernah terpikir bahwa mereka ialah orangnya
     Tapi belakangan ini,saya mulai berpikir, sepertinya semua yang dikatakan mem itu hanya sebuah rekayasa mem, sebenarnya mereka bertiga itu tidak ada ini saya lihat dari tingkah kami semua, saat mem salma mengungumkan bahwa dikelas ini ada 3 orang mata-matanya dan sebagai siswa normal, pasti jika mendengar hal ini, maka kami semua akan pusing mencari siapa mereka, dan bagi mereka yang merupakan agen rahasia, pasti akan diam-diam saja namun saat itu yang terjadi ialah, kami semua kebingungan bukan kepala mencari siapa pelakunya ini berarti pelakunya tidak ada disini jadi, saya pikir, mem salma hanya mengarang cerita agar kami semakin menjaga sikap
     Dan, hati saya tersentuh saat mem salma berkata “kalian semua disini seperti keluarga, jadi satu berbuat semua dapat balasannya” kalau RIDA bilang sama saya “kitorang samua disini basudara besar, jadi kalo ko orang disini babuat suka-suka kau punya parut, ko samua basudara dapat itu batu” jadi setiap kami berbuat satu masalah, pasti kami satu kelas yang mendapat ganjarannya, meskipun kami tidak berbuat jadi ini membuat kami lebih kompak dan lebih bersaudara
    


Rapat In My Harmony (Oleh Edhi Hidayat Part 4)

4
Saat-saat ulangan MID semester

     Dalam hatiku aku berpikir, jika kita telah melalui 4 kali masa ulangan bersama, maka di ulangan ke 4, itu ialah terakhir kalinya kita ulangan bersama-sama

     Tidak terasa sudah 3 bulan saya dikelas ini, tidak terasa ternyata saya sudah akrab dengan semua teman-teman baru saya ini, dan tidak terasa juga bahwa ini saatnya saya untuk mengikuti ulangan mid semester saya yang pertama bersama teman-teman baru saya ini
     Dan, ketika kartu tes diberikan saya melihat bahwa ruangan ujian saya ialah di ruangan 5, maka pada saat ulangan saya datang siang itu dan langsung menuju keruang 5, saat tiba, ternyata teman saya Sarah telah menyiapkan satu buah bangku untuk saya tempati, dan sarah memang sengaja untuk menyiapkan bangku itu, agar dia dapat meminta jawaban padaku
     Dan ketika ulangan dimulai, semua berlangsung tertib, namun pada menit ke 25, sarah memanggilku “edi edi woy edi” lalu aku berbalik melihat wajah sarah yang kosong, dan aku berkata “apa sarah?” sarah hanya menjawab “apa jawabannya nomor 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10” saat mendengar kata-kata itu aku langsung kaget setengah mati, aku berpikir apakah sarah ini tidak pernah belajar??? Maka dengan baik hati akupun memberikan jawabanku pada sarah eittssss. Jangan senang dulu sarah kamu belum taukan, kalau dari 30 jawaban yang saya berikan padamu itu, ada 5 jawaban yang berbeda dengan jawaban saya,, tapi sarah, jangan kamu kira saya berbuat seperti itu karena saya benci padamu, tidak sarah, justru karena saya sayang dan peduli padamu sarah (hueeek) maka saya berbuat demikian,, saya berbuat demikian agar kamu teliti sebelum menerima jawaban nyontekan, saya bermaksud agar jika kamu menerima jawaban nyontekan, maka kamu harus menguji apakah jawaban itu benar atau salah, namun yang aku lihat selama ini, sepertinya kamu pasrah saja dengan semua jawaban yang ada,, mau itu benar ataupun salah, itu karena kamu malas membaca soal sarah
     Akhirnya, hari-hari ulangan kami lalui, dan seperti biasa, sarah selalu meminta jawaban pada saya dan selama ini saya tidak keberatan jika sarah meminta jawaban pada saya,, namun saya merasa terusik pada sarah ketika saya belum mulai menjawab (re: baru mengisi formulir) dia sudah meminta jawaban pada saya dan itu sungguh membuat saya stress bukan kepala
     Namun, ada hal yang sangat saya sayangkan saat ulangan diselenggarakan, ialah kebersamaan kami bersama akan merenggang saat ulangan diselenggaran, itu karena ruangan kami berbeda, dan saat ujian dilarang bercerita sehingga kami kebanyakan diam tanpa kata dan juga karena waktu istirahat yang sangat singkat, sehingga waktu pertemuan kita sangat sedikit tapi, saya tau, itu semua bukan kemauan kami, tapi itu ialah kemauan dari panitia pelaksana namun setelah ujian berlalu, perlahan-lahan kami bangkit dan perlahan-lahan kami kembali lagi merajut rasa kebersamaan kami yang sempat merenggang, dan perlahan-lahan kami kembali lagi menjadi sosok pelajar yang AUTIS karena saat ujian kami jarang bersama, sehingga kami jarang sekali bisa bersama-sama bermain bersama dan bukan rahasia lagi, jika kami bermain bersama, pasti kami akan lupa bahwa kami ialah manusia, kami merasa bahwa kami ialah dewa, yang ‘tak akan mati, sehingga ketika ada yang berdarah baru kami kembali sadar bahwa kami ialah manusia dan saya juga merasakan itu, tepat di hari kamis, 2 minggu sebelum ujian semester diselenggarakan, saat itu Patrick dan fahmi sedang bermain kucing-kucingan di lantai3, dan saat itu juga pintu masih terpasang di kelas kami,, dan saat itu saya sedang berjalan dari tangga menuju kelantai3, dan saat berada di pintu kelas, tanpa sepengetahuan saya, fahmi berlari keluar kelas, dan tiba-tiba saja Patrick menendang pintu kelas saya tau, niat Patrick menendang pintu kelas itu, agar pintu mengenai fahmi dan fahmi berhenti berlari, namun apa yang terjadi tidak seperti yang dibayangkan (sebenarnya kisah ini sangat sulit untuk saya bayangkan, namun disini saya berusaha tegar untuk menuliskannya) saat itu grendel pintu tepat mengenai alis saya, sekitar 3 Cm dari mata saya, dan saat itu juga, ternyata alis saya itu berdarah, dan bocor,, sehingga darah mengalir deras keluar dari alis saya, awalnya saya tidak mengetahui bahwa alis saya itu bocor, saat itu Fandi yang memberitahu saya, dia berkata dengan keras “edi, ada darah dikepalamu” saat itu saya tidak percaya, namun saat melihat darah menetes dari tangan saya, saya langsung kaget disitu, yang teringat di pikiran saya hanyalah Ibu saya bagaimana tidak, ibu saya mengidap penyakit “JANTUNGAN” sehingga jika ibu saya mengetahui kejadian ini, pasti dia akan panik, lalu pingsan, dan mungkin langsung MATI maka saat itu saya memberi tau wali kelas saya, agar tidak menelpon ibu saya tentang kejadian ini, dan saat itu saya berusaha tegar, berusaha tidak panik, agar darah yang keluar tidak terlalu banyak teringat dalam benak saya, saat itu fahmi yang menolong saya, mengantar saya turun ke UKS fahmi rela, bajunya itu dipenuhi darah saya dan saat di lantai 2, saya hampir saja pingsan, kepala saya terasa berat, saat itu pandangan saya sudah buram namun saat itu fahmi mengingatkan saya agar saya kuat akhirnya saya paksakan untuk berdiri, saya paksakan untuk berjalan. Dan akhirnya sayapun sampai di UKS dan langsung mendapatkan perawatan
     Namun, saat di UKS itu, saya menitihkan air mata saya, saya teringat kelas 7-1 saya yang dulu, karena ruang UKS saat ini ialah bekas dari kelas saya dulu saat itu Bimo datang, dia datang dan langsung menghampiri saya, saya bercerita tentang kenangan kami dulu dikelas 7-1 saat itu saya hanya bisa tersenyum dan saat Bimo berkata “edi, kau tau dimanako sekarang ini duduk?” saat itu saya hanya kaget, ternyata tempat saya diberi perawatan ialah tempat dimana saya dulu duduk di kelas 7-1, dan saat itu Bimo duduk didepan saya, dan saat itu juga, saya seperti merasakan saat-saat terakhir saya dikelas ini
     Dan karena kejadian itu, saya tidak bersekolah selama 2 Minggu, dan hari pertama saya datang kesekolah ialah saat hari ujian saat itu saya datang dan langsung disambut oleh rasa kebersamaan kelas kami
     Dan saat saya disambut itu, saya berpikir, andai saja saat kejadian itu saya menunduk atau saya bergeser sedikit saja, mungkin saja mata saya yang akan terkena grendel pintu itu, dan sudah pasti saya akan BUTA PERMANEN namun untung saja saat itu tuhan masih mengizinkan saya untuk menggunakan mata ini, sehingga saya terbebas dari kebutaan itu
     Dan kini, kejadian itu hanya menjadi kenangan saya dikelas ini yang ‘tak akan mungkin kulupakan, seperti bekas luka ini yang akan terus ada ditempatnya dan ‘tak akan pernah hilang, karena ditempat itu alis saya tidak akan pernah tumbuh lagi

Rapat In My Harmony (Oleh Edhi Hidayat Part 3)

3
Hari-hari pertama di 8-3

     Awal aku mengenal kalian semua, aku serasa ingin pergi dari kalian, kalian tau kenapa? Itu karena saya tidak mengenal kalian

     Setelah 2 minggu saya dikelas ini, saya belum mengenal dengan baik teman-teman saya ini, saya belum pernah bercanda dengan mereka semua, saat itu saya merasa ingin keluar dari kelas ini, karena saya tidak betah dikelas ini, dan saya tidak mengenal kalian semua, dan dihari-hari pertama saya dikelas ini, saya berbeda 360° dengan diri saya yang sesungguhnya, saya sebenarnya ialah seorang yang cerewet, banyak bertingkah, tidak bisa diam, dan sangat sering bergosip ria, dan karena kebiasaan saya sering bergosip ini, saya akhirnya sempat menjadi ketua dari perkumpulan GALAPAGOS (re : GAbungan LelAki PAGOSip) (perkumpulan macam apa ini.. hueeeek) dan saat-saat awal dikelas ini, saya sangat stress, saya seperti bukan menjadi diri saya yang sebenarnya saya gila bukan kepala
     Namun, setiap pulang kerumah, pasti saya kembali membuka Internet untuk bermain Facebook. Dan saya mengingat, kalau teman saya dikelas, ada yang bernama Fadhilah Awaliah (re : Didil) dan dia ini juga merupakan teman saya sewaktu SD dulu, maka saya segera masuk ke kotak pencarian, saya mencari kata demi kata hanya untuk menemukan Profile Page atas nama Fadhilah Awaliah, dan setelah beberapa menit berlalu, saya menemukannya juga akhirnya, dan setelah menemukannya, saya rajin mengirimkan Wall ke Profilenya. Dan hanya itu yang saya lakukan, kami hanya akrab di dunia maya, tapi di dunia yang sesungguhnya kami saling berdiam diri, entah karena malu, atau mungkin kami saling cinta (hueeeeek)
     Dan karena didil inilah, saya mengenal Rina, Maya, Beatrix, dan Astari serta Upik namun kisah saya mengenal beatrix (re : bety) itu tidaklah indah pada waktunya karena saya mengenal bety penuh dengan gossip dan kontraversi salah satu kontraversi yang paling terkenal ialah kabar dari Patrick bahwa saya menyukai bety [what?] Patrick mengatakan hal itu memang bukan tanpa alasan, itu didasari karena saya sangat sering menyebut-nyebut nama beatrix dihadapan Patrick, dan saya bertingkah seperti itu, karena saya agak sedikit ‘lucu’ mengetahui bahwa ada seseorang yang bernama BEATRIX hahaha,, sorry bety namun karena itu jugalah yang membuat kini saya akrab dan berteman baik dengan bety, dan saya merasa tidak ingin berpisah dari bety saat kelas 9 nanti
     Dan kisah saya mengenal maya, rina dan fahmi lebih dekat, ialah saat PORSENI, saat itu entah mengapa, saya dipilih untuk ikut Lomba NYANYI? Padahal suara saya ini tidak bagus-bagus amat, dan saya pikir jika bety yang dipilih, memanglah pantas, karena bety ialah seorang kristiani yang pastinya pandai dalam hal menyanyi, karena memang saat beribadah mereka bernyanyi bersama nah, saya ini bagaimana??? Dan akhirnya saya menerima keputusan itu dengan berat hati, saya pikir ini ialah sebuah Ultimatum bagi saya, dan saya harus melaksanakannya
    Dan, kamipun berlatih bersama selama berhari-hari tapi TUNGGU !, saya ingin mengungkapkan sebuah rahasia disini, ialah rahasia mengapa kelas kami 8-3 tidak naik di atas panggung waktu itu sebenarnya, masalah mengapa kami tidak ikut berlomba saat itu, ialah semua hasil rekayasa saya sebenarnya, pada saat Check Sound saya beserta kelompok saya itu ikut pada saat Check Sound namun, kami tidak menemukan nada yang benar, sehingga saya memutuskan, sebaiknya saya menyanyi solo saja, dan sebenarnya keputusan saya memilih nyanyi solo ini, bukan karena tanpa alasan, alasannya ialah karena saya tidak ingin kelas saya naik dipanggung jadi pada saat Fahmi, Maya, Rina dan Bety naik ke lantai3, ditempat Check Sound itu, saya berbicara empat mata dengan ibu maisuri, agar kelas kami nantinya tidak dipanggil naik ke panggung, namun  nama kami dimasukkan sebagai peserta, saya memilih keputusan itu, karena saya tau, kalau kami naik ataupun kami tidak naik pasti kami akan kalah, coba saja lihat, lawan kami saat itu sangat berat,, ada Sisi, Arjuna, dan Arfah, yang mana suara mereka bertiga itu, memang terkenal halus dan mantap jadi saya memutuskan, sebaiknya kelas kami tidak usah naik, dari pada nantinya kami yang malu sendiri
     Dan akhirnya, semua rencana saya itu berjalan dengan halus dan mantap saat hari perlombaan, seluruh kelas sudah naik, namun kelas kami belum naik dan saat itu saya sangat bersyukur dan untung saja ibu maisuri mengerti apa yang saya inginkan, jadi saat mem salma bertanya pada ibu maisuri tentang mengapa kelas kami tidak naik unjuk gigi untuk bernyanyi, saat itu ibu maisuri berkata “itu karena ada tamu dari dinas pendidikan yang datang, sehingga perlombaan dihentikan” saat itu aku sangat berterima kasih pada ibu maisuri, dia telah menyelamatkan ku seandainya saat itu ibu maisuri berkata yang sejujurnya, pasti mem salma akan marah besar kepada saya

Saturday, June 26, 2010

Rapat In My Harmony (Oleh Edhi Hidayat Part 2)

Awal masuk saya dikelas ini

     ‘tak terpikir di benakku selama ini bahwa saya akan duduk dan belajar bersama dengan kalian semua

     Saya berjalan sendiri menuju ke depan pintu kelas 8.3, saya melihat daftar nama di depan pintu itu, dan saya menemukan nama saya di urutan ketiga,, dan setelah saya memperhatikan seluruh daftar nama di poster itu, saya berkata dalam hati “Sepertinya 70% penghuni kelas ini saya mengenalinya” dan memang ia, ada banyak dari siswa kelas 8.3 ini yang sudah menjadi temanku sejak kelas 7, bahkan ada 2 diantaranya yang telah menjadi temanku dari aku masih kecil
     Dari hari pertama kami masuk di kelas ini, kami tidak pernah bertemu dengan wali kelas kami, selama ini kami hanya diurus oleh wali kelas dari 8-4, yaitu kelas yang tepat berada di samping kelas kami,, namun pada hari ke6 kami di kelas ini, akhirnya wali kelas kami menampakkan batang hidungnya untuk pertama kali,, dan yang pertama kali dia ultimatumkan padaku ialah perintahnya menyuruhku untuk membuka pintu kelas kami
     Aku ingat sekali, saat itu aku duduk di pojok kiri depan arsiran 2, dan memang sangat dekat dengan pintu,, aku duduk bersama dengan Patrick, dan bagiku ini sebuah mukjizat bagi saya, karena sewaktu dikelas 7 saya sangat membenci Patrick, namun kini entah mengapa saya menjadi berteman baik dengan Patrick,, namun bukan itu yang menjadi masalah selama saya dikelas ini, masalah ini sebenarnya ada dari 2 faktor, yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar, faktor dari luar yaitu adanya guru mata pelajaran BIOLOGI saya, dia ialah murid dari bapak saya, dan ini ialah sebuah beban yang berat di kelas ini, dimana saya harus mengejar nilai biologi saya agar tidak rusak, dan ini semua saya lakukan demi Ibu dan Bapak saya faktor dari dalam ialah, adanya 2 orang murid di kelas ini, yang secara langsung mengawasi saya dan secara referendum dapat mengadukan hal ini pada orang tua saya, orangnya akan saya jelaskan disini
  1. Muhammad Fandi Ahmad
     Ialah anak dari kepala sekolah dimana Ibu saya mengajar, dan dimana ibu saya dan ibu fandi ini ialah teman yang baik di kantor, dan hal yang paling buruk dalam sejarah bersekolah saya ialah ketika Fandi melihat saya berbuat seronok di dalam kelas, dan sepulangnya dari sekolah, Fandi segera mencurahkan unek-uneknya pada Ibunya mengenai saya disekolah, dan Pastinya dalam jangka waktu paling lama 1 minggu, pasti ibu saya akan tau, dan saya akan dimarahi
     Sudah menjadi rahasia kelas, mengapa saya “menjaga jarak” dengan Fandi didalam kelas. Itu bukan karena saya Malu atau mungkin Minder terhadap fandi (hueeek) itu karena Bapak fandi sebagai kepala sekolah dikantor ibu saya telah dilengserkan dari jabatannya sebagai kepala sekolah dengan meninggalkan banyak masalah, sehingga semua guru-guru di tempat itu, memiliki masalah pribadi dengan ayah fandi, sory Fandy jadi saya pikir, mungkin fandi tau, kalau ayahnya itu memiliki banyak masalah di tempat kerjanya dengan ibu saya dan kawan-kawannya,oleh karena itu saya menjaga jarak dengan Fandi, karena saya merasa tidak enak terhadap Fandi, atas perlakuan ibu saya dan teman-teman kantornya terhadap ayah fandi

  1. AYU OKTAVIANI NURNAJIBA HARIS
     Ialah anak dari seorang Dosen di UNM, yang mana bapaknya ini ialah teman baik bapak saya, dan mereka berdua telah saling kenal jauh sebelum saya dan ayu dilahirkan di dunia ini, waktu bapak saya ditugaskan ke Australia, ia berangkat bersama bapaknya si ayu ini, mereka sudah seperti sodara,, saya dan ayu juga bahkan seperti ssodara,, asal anda tau yah, ibu dan ayah ayu ini sering sangat datang kerumah saya walau hanya untuk menanyakan kabar, dan yang saya takutkan dari ayu ialah bukan masalah kelakuan saya, tapi masalah NILAI saya,, ibu saya selalu membandingkan nilai saya dengan nilai ayu (pliss deh mak),, dan kapan nilai saya jatuh drop, dan ayu melaporkan itu pada ayah atau ibunya, maka pastilah saya akan dimarah didalam rumah oleh orang tua saya
     Dan selebihnya dari itu, semua teman saya yang lain itu ialah teman yang biasa saja bagi saya,, kecuali satu, ialah Rina,, sebenarnya sejujurnya saya menyukai Rina (ups), tapi saya tidak ingin lebih, setiap saya ingin menyatakan pada Rina, pasti ada satu hal yang mengganjal dalam pikiran dan hati saya, ialah ada 3 point yang selalu menghantui saya, dan saya rasa kamu tidak perlu tau apa itu, itu rahasia besar saya dan saya yakin, meskipun kamu tau itu, pasti tidak ada dampaknya bagi kamu dan tidak ada dampaknya bagi rina dan ada kabar bahwa saya menyukai Puthe? Hello,, pliss duleh,, itu maksudnya Cuma ngefans dengan Puthe, bukan menyukai Puthe, so saya mau klarifikasi, terutama kepada Didil, saya tidak suka puthe, kau dengar itu didil,,,, huaaahhh.. dan dikelas ini, saya sangat heran dan takjub saat masuk di pintu kelas ini dan melihat ada sodara FAHMI & POMPOM jujur saja, awalnya saya mengira mereka berdua ini ialah sodara adek kakak, sehingga di buku tulis saya, saya sempat menulis disitu “FAHMI DAN POM-POM, SODARA KAH?” dan itu masih terus saya pikir hingga saat ini ok, guys, sekarang pokok cerita kita alihkan ke Fahmi dan Pom-pom, ialah kisah awal pertemuan saya dengan mereka berdua
     Pertama kali saya bertemu dengan Pom, ialah ketika saya berbelanja di kopsis bersama dengan teman saya ANALTA LATIEF (mungkin analta masih satu keturunan dengan thalita latief) ketika saya berbelanja di kopsis, anda pasti ingat kalau dulu ketika ingin berbelanja di kopsis yang lama (yang sekarang dipakai sebagai lab biologi) kita pasti berbelanja tapi seperti tidak seperti sedang berbelanja, kita sseperti sedang mengantri BLT, ataupun juga sedang ada obral BH dan cendalam, ataupun juga ada obral BUPET (ingat ndak kalau di kopsis itu dulu ada meja panjang yang dipasang di depan papan tulis? Nah itu meja sekarang kamu tau ada dimana?? Kamu pasti tidak tau kan? Sekarang meja itu PATAH TIGA dan sudah tidak digunakan lagi, saya sendiri menyaksikan secara langsung ketika patahnya meja itu, dan langsung saja melihat kejadian itu bu’agustina marah besar, marah seperti ketika ikannya dicuri oleh kucing bdw, kenapa lari kemeja? Kan tadi ngomongin maha berat. Yah, saat saya berdesakan mau masuk di kopsis itu, saya tersepet-sepet oleh kerumunan orang yang mengamuk, saya hampir tidak sadarkan diri,, coba anda bayangkan saya yang besar begini saja sudah hampir mati, nah itu analta yang Cuma segede upil kenapami? Deh, ternyata analta adami didalam,, hahaha. (lanjooooooooot) dan ketika saya hampir mati itu, saya melihat sosok yang besar datang dari kerumunan  orang-orang, aku pikir itu jin iprit yang akan menyabut nyawaku, maka saat itu aku hanya berdoa, berdoa, dan berdoa,,, namun saat dia semakin dekat, aku lihat wajahnya ternyata dia ialah POM-POM MAHA BERAT, dia membawa cheetos, sosro, nasi kuning dan snack yg lain dalam pelukannya yang hangat, dia tak ingin makanan itu dirampas oleh tangan-tangan jahat, oleh Karena itu ia melindunginya dengan segenap jiwa raganya, berharap agar makanan itu selamat hingga tujuan (mulutnya)
     Dan saat pertama kali saya melihat fahmi ialah saat dimana saya pulang bersama teman saya SISI (re : eka) saya jalan bersama menuju ke tempat pengambilan pete-pete, namun diperjalanan tiba-tiba sisi berteriak memanggil seseorang “fian…… fian.. fian..” dalam benakku aku berpikir siapakah fian ini? apakah fian ini gagah? Tinggi? Putih? Tubuh proposional? Tapi apa yang saya dapatkan? Itu semua hanya khayalan tingkat tinggi,,, fian yang sebenarnya ialah biasa saja, pendek, hitam, badan kaya’ bola pokoknya sangat berbeda dengan presepsi saya selama ini mengenai Fian itu ialah saat pertama kali saya mengenal fian, namun pertama kali saya mengenal fahmi, itu ceritanya heboh, waktu pertama kali masuk 8-3 saya hanya mengenalnya sebagai fian, namun saya mendengar suara zaky menyebut nama “fahmi fahmi fahmi” dan saya bingung disitu, siapa ini fahmi? Fahmi ini siapa? Dia anak mana? Dan dia ini bagaimana? Uh, saya bertanya pada MUTIA, “mutia, fahmi ini siapa?” Dan mutia tidak menjawab,, saat itu saya pusing, mau bertanya kemana lagi. Satu kelas saya sudah Tanya,, namun saya melihat seseorang yang duduk di kursi, aku melihatnya dari belakang, dan aku pikir dia pasti fian,, maka aku bertanya pada fian, “fian, kamu tau siapa itu fahmi?”, saat itu fian hanya tertawa besar, besar sekali, seperti mulut kuda nil…… saat dia tertawa, aku berpikir, pupus sudah harapanku untuk mengetahui siapa fahmi ini, namun tiba-tiba fian menegurku, dan dia berkata “aku ialah FAHMI”,,, dalam sanubariku aku hanya berkata “apakah anak ini memiliki akte kelahiran? Kenapa namanya banyak sekali” dan ada sebuah moment dimana saya sangat strees kepada Fahmi ini, saat itu belum genap kami 2 minggu dikelas   8-3,, pada masa-masa itu, fahmi sering sekali membawa minuman ke sekolah, nah pada saat dia sedang minum, (dia duduk dibelakang saya) secara tiba-tiba zaky mendorong botol fahmi, sehingga fahmi tersedak,, namun apa yang terjadi, tiba-tiba fahmi memuntahkan seluruh air yang telah diminumnya keluar dari mulutnya, sehingga mengenai wajah saya dan wajah Patrick,, dan saat itu saya masih ingat Rina memberikan Titsu kepada saya , dan saat itu saya sungguh tersanjung (hueeek), rasanya saat itu dunia hanya milik saya (hueeeek), dan saat itu juga ialah saat dimana pertama kali saya mengeluarkan mantra LOREM IPSUM DOLOR SIR AMET dihadapan umum, saya berkata “TEL*S* INI BATTALAK” hahahha.
     Namun setelah kejadian itu, itulah saat dimana saya semakin akrab dengan seluruh teman-teman kelas saya, terutama si fahmi ini, dan ada 2 teman saya, yang sebenarnya menjadi teman Facebook dan Friendster saya, ialah MAYA dan TRY, saya sudah lama berteman di Friendster dengan maya, namun sama sekali saya tidak mengetahui siapa maya ini, dan saya baru sadar bahwa maya ini teman Friendster saya ketika 3 minggu yang lalu (1 june 2010) saya membuka Friendster saya untuk mencari salah seorang teman Friendster saya yang kini berada di Thailand, namun bukan dia yang saya temukan, tapi saya menemukan MAYA, saya ingat sekali, foto profil maya saat itu ialah foto maya dan BEATRIX, berfoto dengan gaya alakadarnya dan penuh sensasi
     Sedangkan try, saya mengenalnya di Facebook, waktu saya masih bergabung di TSC, k’Fatahuddin mengusulkan teman pada saya, dan saat itu mas fatah mengusulkan try pada saya,, maka saya meng-add try saat itu, dan beberapa jam kemudian try menerimanya dan kami hanya sebagai teman simbolik di Facebook, teman simbolik ialah, berteman namun tidak saling mengenal dan tidak saling bertutur sapa, jadi hanya sebagai koleksi dan pajangan namun saat masuk di kelas 8-3, saya melihat wajah try dan saya mengingat mas fatah, saya ingat bahwa anak ini yang dulu mas fatah usulkan pada saya maka sepulang sekolah, saya langsung memeriksa List Friend Facebook saya, dan setelah beberapa menit saya mencari dan terus mencari, akhirnya saya menemukan Profile Page try, maka setelah menemukannya, saya langsung mengirimkan pesan ke dinding profile page try, saya masih mengingat apa yang saya kirimkan, yang saya kirimkan ialah “try, kau kenal ja?” dan beberapa lama kemudian try membalasnya “iyo, sama kelaski sekarang toh?” dan setelah try membalas itu, saya tidak membalasnya lagi

Rapat In My Harmony (Oleh Edhi Hidayat Part 1)



Rapat In My
Harmony

Konspirasi perjalanan suka dan duka di keanggotaan Rapat, konspirasi tentang kebohongan dan kepemihakan sepihak
Rapat In My Harmony

Diinspirasi oleh
“Kisah Setahun di Kelas 8-3”

Hak cipta dibebaskan, tetapi terikat hukum adat dan hukum norma bangsa Indonesia, yaitu sikap untuk merasa malu untuk mencuri karya cipta seseorang




 
Home : http://myspace.com/edhiend
Phone : 085-656-640-029

Makassar, Indonesia
15 June 2010 at 8:32 PM

Untuk teman-temanku di Rapat


Dimana ada pertemuan di situ ada perpisahan, disitu ada perjumpaan disitu ada perpisahan








1
Meninggalkan 7-1

     Kepada seluruh kawan
   Dan wali kelas 7-1 kami
Salam,

     Saya telah tau bahwa hari ini ialah hari terakhir kita bersama di kelas ini, dan saya tau setelah hari ini pasti
kita akan hidup dan melanjutkan pendidikan kita sesuai dengan takdir hidup kita masing-masing
     Dihari itu saya datang pertama kali di kelas, hanya untuk sekedar menikmati hari terakhir kita bersama, namun apa yang terjadi? Saya datang sangat-sangat sendiri, tidak ada seorang didalam kelas, masih teringat dibenakku, saat itu pukul 06:45, itu ialah waktu rutin saya datang kesekolah selama ini
     Saya harap semoga kisah perjalanan pertemanan kita selama ini berjalan dengan baik, dan akan selamanya seperti itu, meskipun tidak lama lagi kita akan terpisa satu sama lain, dan kita akan meniti hidup dan pendidikan secara terpisah
     Semoga semua kenangan kita selama ini dapat menjadi sebuah kenangan indah bagi kita semua dan akan menjadi sebuah memori yang membahagiakan di benak kita semua

     Pagi itu saya datang paling awal di kelas, saya sengaja datang paling pertama hanya untuk menikmati saat terakhir kita bersama di kelas ini
     Tiba-tiba seseorang datang dari balik pintu kelas yang sudah mulai usang, aku ingat saat itu pukul 07:00 tepat 15 menit setelah kedatanganku yang terlalu pagi ketika masuk di dalam ruang kelas, aku tau kalau itu ialah Bimo, salah seorang dari 39 temanku di kelas ini,, kami cukup lama berdiam diri di dalam kelas tanpa ada satupun kata terucap dari bibir ini, tapi dalam benakku aku perpikir bahwa pasti Bimo sedang berusaha untuk menikmati hari terakhirnya dikelas ini, karena selama ini, baru kali ini aku melihat Bimo diam seperti itu,, aku hanya duduk diam di bangku ku yang tepat berada dibelakang bangku Bimo,, aku duduk diam sambil memegang Handphone ku, aku membuka Facebook dan Friendster ku, berharap ada semuah pesan yang dikirimkan ke Profil Page ku  
     Tiba-tiba Bimo yang tepat berada didepanku nampak seperi sedang menelfon seseorang, dan sepertinya aku tau siapa itu, aku tau kalau yang ditelfon Bimo saat itu ialah Askur, dia ialah teman sebangku Bimo selama di kelas 7-1,, aku mendengar dan masih mengingat kata-kata Bimo yang membuat aku kecewa
     “Askur, kamu yakin tidak ingin datang kesekolah?... kalau begitu baiklah, aku harap di kelas 8 nanti kita dapat kembali lagi di kelas yang sama, bersama Edhi, Alief, dan Adit”
     Saat mendengar kata itu, aku terdiam sejenak, aku merasa bangga dapat dihargai sebagai seorang teman yang baik
     Sesaat setelah mendengar pembicaraan Bimo via telefon dengan Askur, aku kembali ke pekerjaanku semula, yaitu memainkan Handphone ku, ‘tak terasa ternyata 30 menit sudah aku memainkan Handphone ku, dan ketika aku melihat sekelilingku, ternyata teman-temanku telah hadir di sekolah, aku masih mengingat saat itu Alief, Bimo dan Adit berdiri di pintu kelas melihat gerombolan siswa baru SMPN 03, sekolahku selama ini cukup lama aku termenung melihat mereka bertiga, dan tiba-tiba Bimo memanggilku untuk bergabung dengan mereka bertiga, akupun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, karena aku pikir, mungkin ini saat terakhirku dapat bersama mereka lagi berdiri dan bercanda di pintu kelas ini yang mungkin tidak aka aku sentuh lagi
     Dan sekitar pukul 07:45 terdengarlah suara dari Sound System di sekolahku, yang mengultimatumkan agar kami naik ke lantai3, tempat dimana kelas 8 berada, dan kami naik secara bersama-sama ke lantai3, dan disaat saya menuju ke lantai3, aku kembali berfikir, mungkin ini ialah Moment terakhir aku dan teman-temanku ini akan berjalan bersama-sama, dan mungkin sekitar 3 hari lagi, mereka sudah akan berjalan dengan teman mereka yang baru, dan mereka akan melewatiku begitu saja
     Dan tidak lama setelah kami sampai di lantai3, terdengarlah suara seorang protocol yang menyiapkan upacara penyambutan untuk murid baru ini
     Acara itu berlangsung ramai, sekitar 2 jam kami menikmati upacara penerimaan siswa baru itu, tapi kamu tau, selain sebagai acara penerimaan siswa baru, upacara ini juga berarti lain bagi kami, yaitu sebagai acara perpisahan kami semua siswa kelas 7
     Selepas acara itu, terdengar lagi sebuah pengunguman yang mengatakan bahwa nama-nama kami telah terpasang di kelas kami yang baru, yaitu kelas yang akan kami tempati untuk setahun ini dikelas 8, bersama teman baru, kelas baru dan kenangan baru,, saat itu aku tau, kalau aku, Bimo, Askur, Adit dan Alif tidak bersama lagi dikelas yang sama, Adit dan Askur masuk di kelas 8.1, Bimo masuk dikelas 8.2, Alief masuk dikelas 8.6, dan aku sendiri masuk dikelas 8.3,, di 8.3 inilah saya menemukan sebuah hal yang baru, hal yang belum pernah saya temui selama ini dikelas 7 maupun semasa saya masih duduk di sekolah dasar,, itu ialah sebuah rasa “ Persaudaraan, Pertemanan, Kesetiaan dan Kebersamaan “ ini ialah sebuah rasa yang belum pernah saya miliki selama ini, dan saya rasa, dikelas inilah saya menemukan apa arti pertemanan sebenarnya

Tuesday, June 22, 2010

Ujian dan Piala dunia mulai serentak, Oh Tidak!

Setelah di tunggu-tunggu selama empat tahu, Piala Dunia 2010 di afrika selatan pun di mulai, tanpa makan malam, senarya karenagak ada lauk-pauk yang bisa nemenin nasi,akhrnya di suruh beli ayam goreng kentucky yangada di jual di dekat rmah, tapi tiba-tiba di tivi keluar tulisan "2 minutes to go" dan aku langsung bilag " beli kentucky nya nanti aa, uda hampir mulai, kentuck bisa dibeli tiap hari,tapi ini empat tahun sekali" lalu ayaku mengiyakan dan airnya tu kentucy di beli sepupuku, sebenarnya perutu udah kerncongan, tapi untukopening ceremony piala dunia, biarlah.Sekitar 10 menit kemuian kentucky itu datng tapi akugak langsung makan, tapi liat dulu tarian afrika yang colourful gt, keren dan mantap. Tapi sialnya besok itu hari pertama ujian naik kelas 3 smp, ujian dan piala dunia mulai serenta, OH TIDAK.Walaupunbgitu aku teta nontonopenin ceremony piala dunianya dengan anggapan ujiankan tiap tigauln sekali, sedangkan ini 4 TAHUN SEKALI, kan beda jauh bange, setelah jam menunjukkaan angka sepuluh baru deh mulai belajr, Pas liat oster ujianesok HAAA???? 3 Pelajaran dalam satu hari????? tanpa berpikir panjang langsung isi peluru seanyak-banyaknya, siapakan bebagai sejata mulai dari AK-Pulpen, Sniper Keroan, sampe Nuklir Penghapus, besok akan terjadi Perang Dunia kesekian kalinya dalam hidupku tepat di atas Lembar Jawaban Komputer, malamnya aku belajar dan berdoa sampe Jam satu malam, 'ini sih namanya cari gara-gara buat besok, ujian pasti ngantuk-ngantuk. atau kemungkinan lebih parah tertidur di kelas".
Hari ujian pertma pun tiba, dengan mata yang masih sipit_sipit aku bangun dari (lupa tidur di mana) langsung masuk kamar mandi, stela berpakaian langsung keluar jeruji besi di teras dan pagar yang runcing-runcing di ada dua, ini rumah udah pake sistem super maksimum security kayak LP Cipinang. Sesampaina di sekola, 15 menit lagi sebelum ujian di mulai akhrnya aku belajar lagi, ketika guru masuk kelas, tibalagh waktunya mengakhii semua ini, maksudnya mengakhiri belajar dan mengeluarkan sgala senjata dan siap menghadapai pernag dunia.
Setelah ujian hari pertama selesai malamnya sial lagi, padahal malam inggu tuh, aku cari obat yang namanya "mucos" uda belasan apotik ku tanya, puluhan jalan kulewati dan ratusan toko kuliahat. Ya akhirnya dapat juga sih tapi setelah itu cari Dancow rasa strawberry, ini juga buat kesal, dicari-car gk dapat,tapi akhirnya gak dapat juga, Casing juga Nokia1 1650 juga gak dapat-dapat dicari, akhirnya masuk mobil Avanza hitam dengan hati-hati supaya gak ngulang kejadin di Pasar Tamamaung. Aku masok sebaua mobil Avanza hitam, buka pintu kirinya tiba-tiba trus bingung gak ada orang. terus tiba-tiba pintu kanannya dibuka, baru aku sadar INI MOBIL ORANG!!!!!!!, AAAAAA lari deh ke mobil Avanza hitam yang lain, untungnya kali ini gak salah lagi. Setelah capek ari casing dengan susi strawberry itu, aku masuk mobil dengan lemas, da lansung disambut ayahku, dia nanya"Kenapa? Capek aau lapar?" terus ku jawab"hehehehehea" cengengesan. Ayahku ilang"jadi lapar ya", ku jawab"hehehehehe" cengengesan lagi. "Ya Udah itu ada Bakso Solo beli empat bungkus" ku jawab lagi "hehehehehe" lagi-lagi cengengesan. Terus aku pergi ke sana dan bilang "Mas, mie bakso nya empat ya! di bungkus!" dan di jawab "Pake mie?", "iya pake mie, kan mie bakso" , di jawab lagi, "Mie nya abis". AAAAAAA, "susah banget sih hari ini" pikirku dan berkata "kalau pake mie pangsit bisa gak" dan di jawab" oh ya bisa atu mas, tunggu aja!" dengan logat jawanya yang asing di makassar. Setelah itu baru pulang dengan tenang.
Dan Casing dengan Susuny baru ketemu dua minggu kemudian di Carrefour Panakukang Square.

Wednesday, June 16, 2010

Rapat's 1000 biggest comment

Ketika di ujung tanduk, maksudnya akhir tahun ajaran 2009/2010, RAkyat delaPAn Tiga yang lebih cihui di sebut dengan RAPAT, asal usulnya sih aku gak tau, karena maklum,aku anak pindahan jadi asal masuk aja deh, dan nasib masuk ke RAPAT, kelas yang benar-benar bebas berpendapat kaya di DPR aja, bahkan tak tanggung-tanggung, menara Eiffel juga pernah berdiri di kelas ini, dengan terbuat dari meja dan kursi yang disusun sampe langit (maksudnya langit-langit kelas) bahakan sempat diabadikan dengan Pak Ruslan, Guru Paskibraka di sekolah kami(kalau tidak salah sih begitu), tak ketinggalan di kelas ini juga ada Tedong Bonga, kerbau belang asal Tana Toraja yang harganya bisa sampai ratusan juta loh. Tedong Bonga ini supaya lebih singkat panggil aja Bonga, selaian itu di kelas ini juga sering Demonstrasi, tpikal makassar gtu, tapi kalo di sini pintu kelas di blokade, datang guru, gyaaaaaaaaaaaa, langsung deh bubar. Pokoknya ini kelas, so fantastic, amazing n extraordinary. Ketika pertama klai aku masuk kelas aja udah keliatan hebohnya ini kelas, perang perangan ake meriam botol aqua, gak ketinggalan kaleng fanta. Dan di akhir kebersamaan dengan teman-teman tersayang ini di tambah dengan pemecahan rekor 1000 komentar, fotonya under here atau lihat langsung di http://www.facebook.com/#!/photo.php?pid=495704&op=1&o=global&view=global&subj=1658949323&id=1658949323&ref=pf

Visitor Counter

free counters